Gambar
1
|
Sumber: Dekdok, Gedung B UPGRIS ruang 401, Jumat (3/4/2026). (dok.Litbang) |
Serasehan
Koperasi Mahasiswa (Kopma) Dewantara periode 2025/2026 menjadi salah satu momen
berharga yang tidak hanya menghadirkan ruang diskusi, tetapi juga mempererat
kebersamaan antar anggota dan kader. Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 26
Februari 2026 di Aula PKM GB Lantai 2 Universitas PGRI Semarang ini dimulai
pukul 15.30 WIB - selesai, dengan mengusung tema “Strategi Penguatan Profil dan
Tata Kelola Keanggotaan Koperasi Mahasiswa”. Suasana hangat sudah terasa sejak
awal acara yang dipandu oleh MC, yang bernama Febra Revani. Kegiatan dibuka
secara resmi oleh Ketua Umum Kopma Dewantara periode 2025/2026, Vania Shella
Ferahma. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya memahami jati diri
koperasi serta memperkuat sistem keanggotaan sebagai fondasi utama dalam
menjalankan organisasi yang berkelanjutan.
Memasuki
acara inti yaitu penyampaian materi oleh pemateri pertama, Vania Shella
Ferahma, peserta diajak untuk mengenal lebih dalam melalui topik “Profil dan
Perkembangan Koperasi Mahasiswa Dewantara”. Dalam pemaparannya, dijelaskan
bahwa Kopma Dewantara telah berdiri sejak 29 November 1984 dan terus berkembang
sebagai wadah pembelajaran sekaligus kebersamaan bagi mahasiswa. Visi koperasi
yang berfokus pada pembentukan anggota yang kreatif, inovatif, dan berjiwa
wirausaha menjadi benang merah dalam setiap kegiatan yang dijalankan. Selain
itu, dijelaskan pula mengenai struktur organisasi, legalitas koperasi, hingga
perkembangan unit usaha yang menjadi bagian penting dalam menjalankan roda
organisasi. Sesi ini kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab yang dipandu oleh
Dhian dari bidang PSDA, sehingga suasana diskusi menjadi lebih hidup dan
interaktif.
Kegiatan
kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi kedua oleh Wahyu Siswalul Amin,
Ketua Umum periode 2024/2025, yang mengangkat tema “Keanggotaan Kopma
Dewantara”. Dalam sesi ini, peserta mendapatkan pemahaman mengenai jenis-jenis
keanggotaan, mulai dari anggota biasa, anggota luar biasa, hingga anggota
kehormatan. Tidak hanya itu, dijelaskan pula mengenai pola pengkaderan yang
menjadi alur perjalanan anggota dalam koperasi, mulai dari kader, prapengurus,
hingga pengurus dan pengawas. Penjelasan mengenai hak dan kewajiban anggota
menjadi bagian penting yang menegaskan bahwa setiap anggota memiliki peran
aktif dalam kemajuan koperasi. Sesi diskusi yang dipandu oleh Bagus dari bidang
PSDA pun berlangsung hidup dan penuh antusias.
Menjelang
akhir acara, kegiatan ditutup dengan momen yang paling dinanti, yaitu buka
bersama atau takjil bersama. Suasana kebersamaan terasa semakin hangat saat
seluruh peserta berkumpul, makan bersama, dan mempererat tali silaturahmi.
Momen ini menjadi pelengkap yang sempurna setelah rangkaian diskusi yang penuh
ilmu dan inspirasi. Melalui kegiatan serasehan dan takjil bersama ini, Kopma
Dewantara tidak hanya berhasil menyampaikan materi yang bermanfaat, tetapi juga
memperkuat rasa kekeluargaan di antara anggotanya. Sebuah langkah kecil namun
bermakna dalam membangun koperasi yang solid, aktif, dan berdaya saing di
lingkungan mahasiswa.
KOPMA DEWANTARA
Bravo Kopma! Bravo!
Bravo Kopma! Bravo!
Kopma Dewantara Optimis Bisa!!